Sri Sultan Hamengku Buwono X Dorong Intervensi Pemkab Sleman Dalam Inovasi Sektor Pangan

Sleman – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X mendorong intervensi Pemerintah Kabupaten Sleman dalam inovasi dan digitalisasi sektor pertanian-pangan sebagai upaya pengendalian inflasi.

“Stimulus (intervensi di sektor pertanian, pangan) pemerintah menjadi mutlak adanya,” kata Sri Sultan HB X saat mengunjungi Pasar Lelang Digital Sleman, Senin.

Menurut dia, diperlukan pula kolaborasi antara pusat dan daerah maupun instansi lain yang setara untuk mendorong berbagai inovasi sebagai upaya pengendalian inflasi dan aplikatif, antisipatif dan dapat menggerakkan perekonomian masyarakat secara berkesinambungan.

“Salah satu bentuk intervensi yang dapat dilakukan pemerintah yaitu digitalisasi yang dapat memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden dalam rakornas pengendalian inflasi 2021 yang menyatakan bahwa daerah harus memanfaatkan pandemi sebagai momentum dalam mendorong digitalisasi UMKM khususnya pangan dari hulu ke hilir,” katanya.

Ia menilai Pasar Lelang yang berada di Kabupaten Sleman tersebut salah satu bentuk inovasi intervensi dalam upaya mempercepat pemulihan ekonomi sektor pertanian sekaligus sebagai upaya menggerakkan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo bersama dengan Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa dan jajarannya turut mendampingi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam kunjungannya di Pasar Lelang Digital Sleman.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa hadirnya pasar lelang cabai ini bertujuan untuk menyediakan akses dan informasi pasar kepada para petani cabai dalam memasarkan produknya. Keberadaan Pasar Lelang Cabai ini menjadi pengedali fluktuasi harga cabai.

“Terlebih lagi komoditas cabai merupakan salah satu penyumbang utama terjadinya inflasi di Sleman, dengan terciptanya harga cabai yang stabil dan menjamin ketersediaan stok yang memadai dipasaran sepanjang tahun, maka terjadinya inflasi dapat ditekan,” katanya.

Kustini mengatakan, dari waktu ke waktu terjadi peningkatan kesadaran petani untuk menjual hasil panennya di pasar lelang cabai. Hal tersebut ditunjukan dengan data cabai yang masuk di pasar lelang pada 2019 sebesar 5.529,43 kuintal. Pada 2020 meningkat menjadi sebesar 6.391,56 kuintal.

“Hasil panen cabai di Sleman pada saat musim raya perhari rata rata mencapai 20 ton. Sedangkan yang dipasarkan melalui Perkumpulan Petani Hortikultura Puncak Merapi (PPHPM) berkisar antara 10 hingga 12 ton perhari. Untuk musim-musim seperti saat ini jumlah cabai yang beredar di PPHPM mencapai sekitar 6 hingga 7 ton perhari.” katanya.

Ia mengatakan, dalam mempermudah pengelolaan pasar lelang cabai ini, pihak pengelola menggunakan kegiatan lelang cabai menggunakan aplikasi dipanen.id yang dapat diunduh melalui play store guna memudahkan transaksi dan menjamin transparansi dalam pelaksanaan lelang.(Ant)