KPU Kulon Progo menetapkan data pemilih berkelanjutan 318.979 jiwa

Kulon Progo – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menetap data pemilih berkelanjutan sebanyak 318.979 jiwa hingga Mei 2022 sehingga mereka dapat menggunakan hak pilih pada Pemilu 2024.

Ketua KPU Kulon Progo Ibah Muthiah di Kulon Progo, Jumat, mengatakan data pemilih sebanyak 318.979 orang terdiri atas 155.249 orang berjenis kelamin laki-laki dan 163.730 perempuan.

“Dari data itu, pemilih perempuan lebih banyak. Namun data pemilih berkelanjutan (DPB) ada kemungkinan nanti bertambah atau bahkan berkurang,” kata Ibah.

Ibah mengatakan dari pembaruan DPB itu kebanyakan pemilih baru dari kelompok pemilih pemula. Selain itu, warga yang dinyatakan meninggal dunia atau pindah dan alih status sudah dikurangi dari jumlah DPB Mei 2022.

Ia mengatakan dari pembaruan DPB kebanyakan pemilih baru dari kelompok pemilih pemula. Selain itu warga yang dinyatakan meninggal dunia atau pindah dan alih status.

“Untuk data yang masuk Kulon Progo kalau belum ada nomor induk kependudukan (NIK) dan nomor kartu keluarga (NKK) belum bisa kita olah,” ujar dia.

Ia mengatakan saat ini tahapan Pemilu 2024 sudah dimulai. Adapun persiapan yang dilakukan KPU Kulon Progo meliputi menyosialisasikan tahapan pemilu dalam PKPU Nomor 3 Tahun 2022, mengkaji regulasi terutama terkait persiapan verifikasi parpol, simulasi penataan daerah pemilihan (dapil), dan kesiapan gudang logistik.

“Tahapan ini diharapkan bisa berjalan lancar. Termasuk jika ada kendala, kita berusaha menyelesaikan persoalan agar tak mengganggu jalannya menuju proses Pemilu 2024,” kata dia.

Kepala Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Kabupaten Kulon Progo Tri Mulatsih mengatakan DPB masih terus berubah. Salah satu penyebabnya terkait elemen data pemilih yang belum lengkap serta terbatasnya akses data dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kulon Progo.

Ia mengapresiasi kinerja Divisi Perencanaan Data dan Informasi terkait pemilih ubah data, baik yang ubah data asal dan ubah data tujuan karena mampu menyajikan data ubah alamat yang selama ini sulit untuk ditampilkan.

“Data pemilih adalah kunci keberhasilan dalam pelaksanaan Pemilu 2024,” katanya. (Ant)