Bantul – Kegiatan Business Opportunity Expo”Pasar Kita Semua” Usaha Mikro Kecil Menengah Unggul yang digelar di Padepokan Suluh Sasmita Bantul, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Minggu (2/10) sebagai upaya menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Kegiatan yang diikuti 55 UMKM untuk berpartisipasi dalam acara itu merupakan wujud peduli dan turut andil kami dalam menggerakkan ekonomi masyarakat,” kata Ketua Panitia Business Opportunity Expo “Pasar Kita Semua” UMKM Unggul Bantul, Susiawan Indramala di Bantul, Selasa.
Dalam kegiatan tersebut, panitia juga membagikan sebanyak 300 voucher kepada masyarakat umum, sekaligus ingin memberitahu kepada masyarakat bahwa pihaknya memiliki kontribusi yang nyata dalam hal mendukung UMKM.
“Sampai saat ini, setidaknya ada 180 UMKM yang berada di bawah binaan kami,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD PKS Bantul, Agung Laksmono mengatakan, bahwa acara tersebut sebagai wujud dari spirit islam rahmatan lil ‘alamin, dan memberikan kontribusi bagi pemberdayaan masyarakat dalam hal sektor ekonomi sebagaimana telah dilakukan oleh Serikat Dagang Islam pada 1905.
“Apa yang dilakukan Serikat Dagang Islam pada saat itu, memberikan inspirasi kepada siapapun yang berusaha membangkitkan perekonomian. Hal serupa seperti itu harus terus diupayakan, salah satunya dengan Bussiness Opportunity Expo “Pasar Kita Semua”,” katanya.
Pihaknya juga berkomitmen mendorong UMKM yang merupakan bagian dari perekonomian rakyat. Mengingat saat ini para pelaku UMKM mengalami berbagai tantangan, salah satunya pandemi yang menyebabkan kondisi ekonomi menjadi stagnan.
“Kondisi tersebut berdampak pada keterbatasan modal dan produksi para pelaku UMKM. Menghadapi COVID-19 bukan hal mudah, apalagi banyak kenaikan bahan-bahan pokok yang membuat UMKM semakin sulit untuk bangkit,” katanya.
Sementara itu, Anggota DPRD Bantul, Sigit Nursyam Priyanto mengatakan, antusiasme masyarakat yang berpartisipasi dalam acara itu menunjukkan kebutuhan masyarakat akan adanya fasilitasi untuk mempertemukan penjual dengan pembeli memang perlu dilakukan.
Menurut dia, pandemi COVID-19 memaksa semua pihak memasuki new normal, termasuk dalam hal aktivitas ekonomi, dan perbedaan antara kenormalan dulu dengan sekarang adalah cara pembeli yang berbeda dengan sebelum pandemi.
“Saat ini masyarakat sudah populer dengan sistem jual beli online, hal ini tidak hanya bisa digadangkan di skala nasional tapi juga skala lokal,” katanya.
Dia mengatakan, selain melalui gerakan Jajan Tonggo Nglarisi Konco (Jagoriko) atau belanja di tetangga, larisi teman, kegiatan langsung seperti Bussiness Opportunity Expo “Pasar Kita Semua, juga akan mendorong adanya pasar online melalui grup WhatsApp.
“Kami akan menindaklanjuti kecenderungan adanya transaksi online yang bisa dilakukan masyarakat. Nanti kami di DPRD bisa berdiskusi dengan Kominfo untuk menyiapkan infrastruktur IT supaya masyarakat bisa memaksimalkan potensinya,” katanya. (Ant)





