Kapolresta Sleman Resmikan Panic Button

SLEMAN – Seiring peningkatan teknologi serta kecepatan informasi, maka kepolisian khususnya Polresta Sleman di tuntut untuk mengimbangi hal tersebut.

Guna memfasilitasi laporan atau keluhan warga yang berada jauh dari kantor Polisi, maka Kapolresta Sleman Kombes Pol. Aris Supriyono, SIK., M.Si secara simbolis meresmikan PANIC BUTTON di Pos Kamling Karanglo Grenjeng RW 01, Babadan, Purwomartani, Kalasan Sleman.

Dalam kegiatan tersebut Kapolresta Sleman didampingi Kabag Ops, Kabag SDM, Kapolsek Kalasan serta Kasat Binmas. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danramil Kalasan, Lurah purwomartani Bp. H Semiono, Trantib Kapanewon Kalasan, Kepala Dusun Grenjeng Purwomartani Kalasan serta masyarakat sekitar.

Disamping meresmikan Panic Button Kapolresta Sleman juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas serta mendengarkan curhat seputar keluhan masyarakat.

Kapolresta Sleman menyampaikan ”terkait pentingnya kerjasama Polisi dengan tokoh masyarakat untuk bersama menjaga kondusifitas Kamtibmas di wilayah Sleman dan bersinergi bersama menjaga keamanan dan ketertiban wilayah serta turut membantu kepolisian, terus mengawasi anak-anak kita, agar jam malam dibatasi pukul 22.00 WIB anak-anak tidak keluar malam karena hal ini sudah ada peraturan Bupati yaitu Perbup No.45 Tahun 2020 tentang jam belajar anak.

Lebih lanjut Kapolresta Sleman menyampaikan harapan semoga Panic button atau tombol darurat ini dapat bermanfaat bisa membantu apabila ada kejadian yang memerlukan perhatian cepat. Seperti apa yang telah disimulasikan dan dapat membantu tugas Kepolisian dalam melayani masyarakat dan menjaga keamanan bersama.

Terkait peresmian Panic Button, Lurah Purwomartani Bp. H Semiono sekaligus mewakili warga Purwomartani mengucapkan selamat datang Kepada Kapolresta Sleman beserta rombongan serta menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-sebesarnya atas peresmian Panic button ini dan apa yang menjadi kendala ada perhatian dari Polresta Sleman, semoga program ini dapat ditindaklanjuti sebagai laporan warga melalui jaringan komunikasi.

Kegiatan tersebut ditutup dengan acara foto bersama dan penyerahan tali asih serta menekan tombol Panic Button secara bersama-sama. (Rls)