Sleman luncurkan Gempar Sleman

Sleman – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta meluncurkan Gempar Sleman atau Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat Sleman bertempat di Ibarbo Park, Rabu, sekaligus sosialisasi percepatan digitalisasi transaksi pasar tradisional.

“Melalui gerakan ini, kami berharap dapat meningkatkan minat masyarakat khususnya generasi muda untuk semakin meramaikan pasar rakyat di tengah persaingan pasar modern,” kata Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo.

Sedangkan digitalisasi transaksi dengan memanfaatkan “Quick Response Code Indonesian Standard” (QRIS), diharapkan semakin memudahkan transaksi dan meminimalkan transaksi ilegal hingga mengantisipasi peredaran uang palsu.

“Nantinya seluruh pasar yang dikelola Pemkab Sleman akan menerapkan sistem transaksi dan pembayaran digital. Dengan mengikuti tren belanja dan transaksi secara ‘online’, maka omzet pedagang dan PKL meningkat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman Sleman Mae Rusmi Suryaningsih mengatakan “Gempar Sleman” merupakan upaya mendorong revitalisasi pasar, baik dari sisi sarana dan prasarana maupun manajemen.

“Diharapkan program ini dapat menarik minat lebih banyak kaum milenial untuk berbelanja di pasar tradisional,” katanya.

Saat ini, terdapat delapan pasar tradisional dari total 42 pasar di bawah binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman yang sudah menerapkan pembayaran QRIS.

“Kami upayakan percepatan digitalisasi transaksi di pasar tradisional,” katanya. (Ant)