Yogyakarta – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mendistribusikan 24 ton minyak goreng dari Kementerian Perdagangan ke seluruh kabupaten/kota pada Jumat untuk operasi pasar (OP) minyak goreng.
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Yanto Apriyanto saat dihubungi di Yogyakarta, Jumat, menjelaskan kuota minyak goreng dari pusat tersebut sesuai dengan usulan yang diajukan Pemda DIY sebelumnya.
“Tadi pagi kendaraan truk tronton (muatan minyak goreng, red.) tiba. Setelah kami bongkar langsung kami distribusikan ke kabupaten/kota,” kata dia.
Menurut Yanto, masing-masing kabupaten mendapatkan alokasi minyak goreng dengan besaran yang tidak sama sesuai dengan pengajuan sebelumnya.
Kuota minyak goreng paling banyak disalurkan untuk Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta, Kulon Progo, disusul Gunung Kidul, serta Kabupaten Bantul.
“Tidak sama, ada yang enam ton ada yang kurang dari dua ton, enggak sama. Saya tawarkan dulu sesuai kemampuan di kabupaten masing-masing,” kata dia.
Untuk mekanisme pelaksanaan operasi pasar, kata Yanto, diserahkan kepada kebijakan masing-masing kabupaten/kota.
Menurut dia, setelah menerima kuota minyak goreng tersebut, beberapa kabupaten seperti Kulon Progo, Bantul, dan Gunung Kidul telah memulai OP minyak goreng tahap kedua.
Ia mengingatkan penjualan minyak goreng ke masyarakat dengan harga sesuai yang ditetapkan pemerintah yakni Rp14.000 per liter.
Selain itu, kata dia, jumlah pembelian untuk masing-masing warga juga diatur maksimal dua liter sehingga dapat dirasakan warga lainnya secara merata.
“Saya harapkan penjualan (OP, red.) ini di tempat-tempat yang jauh dari ritel modern atau yang jarang toko ‘minimarket’-nya (swalayan)biar merasakan semua. Sekarang kan ‘minimarket’ jejaring Aprindo (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia) telah menerapkan satu harga tapi kalau harga di pasar masih tinggi,” ujar Yanto.
Ia optimistis OP tahap kedua yang digelar dengan total 24 ton minyak goreng itu mampu menekan harga jual di pasar tradisional yang masih tinggi.
Sebelumnya, OP tahap pertama digelar pada Desember 2021 dengan total minyak goreng 2,4 ton.
“OP tahap kedua ini kan sepuluh kali lipatnya dari yang (OP, red.) kemarin, dan juga harga ini kan terbantu kebijakan penetapan satu harga oleh pemerintah Rp14 ribu per liter,” ujar Yanto.(Ant)





